Ilustrasi Vaksin Corona

Thailand akan menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford paling cepat pada pertengahan 2021.
Vaksin tersebut akan diproduksi secara lokal di pabrik produksi Siam Bioscience Group yang berlokasi di Pathum Thani.

Pemerintah Thailand bekerja sama dengan AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk memproduksi vaksin itu di pabrik tersebut.

AstraZeneca memilih Siam Bioscience Group sebagai mitra regionalnya dalam memproduksi vaksin untuk kawasan Asia Tenggara.

Direktur National Vaccine Institute (NVI), Nakhon Premsri mengatakan kepada media bahwa dia yakin perusahaan farmasi asal Inggris itu akan segera mendapatkan persetujuan vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Inggris.

Dia mengatakan saat ini Siam Bioscience Group sedang dalam proses transfer teknologi yang disediakan oleh perusahaan. Setelah itu, pabrik akan memulai batch produksi pertama untuk proses pengiriman vaksin jadi untuk memperoleh persetujuan FDA Thailand pada Maret.

“Jika vaksin itu mendapat persetujuan dari FDA Thailand, kami akan mulai memproduksi untuk publik pada pertengahan tahun depan. Kami yakin bahwa vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca akan segera mendapat persetujuan dari FDA yang berbasis di Inggris, karena memiliki tingkat efikasi tinggi 70 persen, itu lebih tinggi dari yang disyaratkan WHO yaitu 50 persen,” jelasnya.

Hasil uji klinis fase 3 menunjukkan vaksin AstraZeneca 70 persen efektif dan telah melonjak menjadi 90 persen efektif tergantung pada dosis.

Dilansir Nation Thailand, Siam Bioscience Group memiliki kapasitas produksi 180 juta hingga 200 juta dosis per tahun atau 15 juta dosis per bulan. Sebagai langkah awal, pihaknya akan memproduksi 26 juta dosis bagi 13 juta warga Thailand.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.