Ilustrasi hacker

Fakta mengejutkan didapatkan setelah kabar bocornya data KPAI di dunia maya pada 13 Oktober lalu. Berdasarkan pengakuan penjual data KPAI, 80 persen situs pemerintah Indonesia memiliki sistem keamanan yang lemah.

Akun penjual data bocor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), C77, mengatakan jika masih banyak data yang bocor dari sejumlah situs pemerintah.
Hal ini dilontarkan usai ia mengunggah data bocor KPAI pada 13 Oktober lalu.

“Ternyata banyak database Indonesia yang bocor disini,” kata WhiteSuits (14/10), sehari setelah bocoran data diunggah.

“Dan masih banyak lagi database pemerintah indonesia lainnya, 80 persen keamanan website di indonesia sangat lemah terutama go.id,” ungkap C77yang membocorkan data tersebut pada thread yang ada di RaidForums.

Kondisi lemahnya pengamanan data situs pemerintah ini membuat seorang user Raid Forums lain berkomentar kalau data di situs pemerintah Indonesia terbuka untuk umum.

“Mantap, data Indonesia emang open source,” sindir akunsbjnk420.

Sebelumnya data milik KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) diduga bocor dan telah di jual belikan secara ilegal melalui internet.

Database tersebut diunggah pada 13 Oktober 2021 pukul 11.07 malam dengan nama Leaked Database KPAI (kpai.go.id) oleh akun C77. Berita kebocoran data itu pun kemudian menjadi viral di media sosial, Twitter.

Diduga data yang bocor tersebut adalah data orang-orang yang pernah melaporkan pengaduan ke KPAI. Karena data yang disebar merupakan data diri seperti Nama Lengkap, Alamat, Email, Jenis Kelamin, dan lain-lain. Tentunya hal ini membuat banyak orang khawatir, karena data tersebut dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sumber : CNN Indonesia

(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.