harga-medali-olimpiade
Medali Perak, Emas, dan Perunggu yang digunakan di Olimpiade Tokyo 2020

Para atlet Olimpiade yang ambil bagian di Tokyo 2020 saling bersaing untuk mendapatkan kesempatan menulis halaman di buku sejarah dan berharap pulang ke negaranya dengan membawa pulang medali.

Jika Kamu memenangkan medali, baik itu emas, perak atau perunggu, pasti itu sangat berharga.
Mantan atlet heptathlon Inggris Kelly Sotherton, yang memenangkan perunggu di heptathlon di Athena 2004 dan satu lagi untuk estafet 4 x 400 meter di Beijing 2008, mengatakan bahwa medalinya adalah pengingat bagaimana kerja keras dan usahanya terbayar.

“Saya tidak akan pernah menjual medali saya,” kata Sotherton dilansir dari CNN Sport, Jumat. “Mereka sangat berarti.”
Sotherton mengatakan bahwa dia meletakkan medalinya di tempat yang mudah diakses daripada meletakkannya dalam sebuah bingkai.
“Saya pikir itu bagus untuk kadang-kadang memakainya,” tambahnya.


Desain medali berubah untuk setiap game, dan kali ini adalah karya Junichi Kawanishi.
Masing-masing medali emas, perak dan perunggu berdiameter 85 milimeter dan ketebalan berkisar dari 7,7 mm hingga 12,1 mm.
Medali emas tersebut sebenarnya terbuat dari perak murni berlapis emas, dengan kandungan emas sekitar 6 gram dari total berat 556 gram.

Atlet Australia Emma McKeon saat menunjukkan medali emas miliknya (sumber : abc)

Sebuah medali perak bernilai sekitar $450 (sekitar Rp 6,5 juta) jika Kamu mencairkannya.
Medali perak terbuat dari perak murni dan beratnya sekitar 550 gram, sedangkan medali perunggu beratnya sekitar 450 gram dan sebenarnya terbuat dari 95% tembaga dan 5% seng.
Untuk medali emas jika dicek pada harga hari ini (3 Agustus 2021) akan bernilai sekitar $800 (Rp 11,5 juta), sementara jika medali perunggu dicairkan hanya bernilai sekitar $5 (Rp 71 ribu).


Pasti Kamu berpikir, kenapa bisa murah sekali? Ya itu tadi jika Kamu menginginkan menjual medalinya dalam bentuk yang sudah dilelehkan. Jika Kamu menginginkan harga medali yang lebih tinggi, coba lakukan dengan melelangnya.

Awal bulan ini medali pemenang dari Olimpiade Athena 1896 dijual seharga $180.000 (sekitar Rp 2,5 miliar) di lelang, ada juga medali emas penembak Kuba Leuris Pupo dari Olimpiade London 2012 terjual $73.200 (sekitar Rp 1,050 miliar), dan medali emas lompat jauh rekan senegaranya Iván Pedroso dari Sydney 2000 dijual seharga $71.335 (sekitar 1,025 miliar). Ketiganya dijual oleh RR Auction yang berbasis di Boston.
Sekedar informasi saja, pada Olimpiade 1896, yang mana merupakan Olimpiade modern perdana, pemenangnya dianugerahi medali perak (bukan emas) dan mereka yang finis kedua mendapatkan perunggu, menurut RR Auction.

Tetapi harga itu tidak berarti apa-apa di samping $ 1,46 juta yang dibayarkan untuk medali emas Jesse Owens dari Olimpiade Berlin 1936 yang di lelang pada 2013.
Medali ini dianggap sebagai salah satu yang paling penting dalam sejarah Olimpiade dan merupakan salah satu dari empat medali yang dimenangkan Owens, seorang kulit hitam Amerika, pada pertandingan tahun 1936, merusak kedigdayaan ras Arya yang direncanakan oleh Adolf Hitler.


Para atlet Olimpiade cenderung mempertahankan medali yang telah mereka menangkan dan jarang sekali menjualnya, menurut Richard Gladdle, dari rumah lelang Baldwin di London, kepada CNN Sport, Kamis (29 July 2021)

Sumber : CNN sport.

(Visited 79 times, 1 visits today)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.