perempuan-tanah-jahanam
Salah satu adegan dalam Film Perempuan Tanah Jahanam (Source : Popbela)

Sebuah kabar menggembirakan hadir untuk industri perfilman Indonesia. Baru-baru ini, Perempuan Tanah Jahanam diusulkan untuk ambil bagian dalam seleksi nominasi Best Foreign Language Academy Awards tahun depan.


Tentu ini sebuah kabar baik namun sekaligus tak biasa. Selama ini, sedikit sekali Film horor yang bisa masuk dalam sebuah penghargaan tak terkecuali Oscar.

Dalam sejarahnya, Academy Awards bahkan tak menominasikan film horor di kategori utama termasuk nominasi film terbaik. Satu-satunya yang pernah berhasil hanyalah The Silence of the Lambs membabat lima kategori besar di antaranya Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik , dan Skenario Adaptasi Terbaik termasuk Film Terbaik.

Dari berbagai sumber yang dirangkum tim Bacapaja.com, keberadaan film horor terutama di ajang Oscar memang cukup jarang. Pernah ada namun belum ada yang mengungguli atau bahkan menyamakan The Silence of The Lambs.

Di luar cerita, sisi akting para aktornya yang kerap ditonjolkan. Aktris Sissy Spacek dan Piper Laurie menerima nominasi Aktris Pendukung dan Aktris Terbaik lewat horor berjudul Carrie (1976). Tetapi film tersebut akhirnya tidak memenangkan keduanya dan tidak menerima nominasi lain.

Hal serupa juga dialami film Black Swan (2011) garapan Darren Aronofsky yang masuk dalam lima nominasi termasuk Best Picture. Oscar memberikan piala bagi Natalie Portman sebagai aktris terbaik.

Keputusan dipilihnya film “Perempuan Tanah Jahanam” tersebut disepakati oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia 2020 yang diketuai oleh Garin Nugroho. Penetapan Perempuan Tanah Jahanam sebagai film yang diusulkan untuk ikut serta seleksi Oscar tahun depan itu juga disepakati oleh sejumlah anggota dari kalangan perfilman lain di antaranya Alim Sudio, Benni Setiawan, Chand Parwez Servia, Deddy Mizwar hingga Ilham Bintang dan Widyawati.

Mewakili panitia Komite Seleksi, Garin Nugroho angkat bicara di balik pemilihan Perempuan Tanah Jahanam. Ia mengatakan, film besutan Joko Anwar itu memenuhi beberapa syarat.

“Yang pertama, Perempuan Tanah Jahanam memenuhi syarat sebagai film hiburan dengan kualitas profesional dan internasional. Dan itu sudah terbukti di beberapa festival dunia,” ungkap Garin.

Selain itu, film ini juga menerima kesempatan diputar di beberapa negara salah satunya Thailand. Menurut Garin, masih langka film-film populer Indonesia yang menerima apresiasi semacam itu.

Perempuan Tanah Jahanam juga dinilai memiliki warna tersendiri yang khas dari tangan Joko Anwar dipadukan dengan unsur estetika dan syarat menghibur yang mesti dimiliki oleh setiap film.

“Estetikanya menyangkut masalah warna, gaya, yang khas Joko Anwar. Dan dalam horor kan Indonesia nggak sekadar horor. Ada tradisi sastra, tradisi lisan, seni pertunjukan, politik,” urai Garin.

“Kalau dilihat berhubungan dengan nilai-nilai kekuasaan lokal, kekayaan, ekonomi dan sebagainya, dan itu representasi Indonesia betul. Ada kekuasaan, ada kesaktian ada ekonomi,” lanjut Garin Nugroho.

Sumber : detik.com

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.